Hidangan Manado dan Bali Bakal Ngetren Tahun Ini

Senin, 15/2/2010 | 17:09 WIB

KOMPAS.com -Anda tak pernah bisa memprediksi apa yang sedang disukai pecinta kuliner. Kondisi orang berubah. Apa yang disukai sekarang, belum tentu akan disukai nanti.

”Konsumen itu kejam. Tes makanan itu enak atau tidak, ada di tangan masyarakat. Harga tinggi tapi rasanya enak? Mereka akan tinggalkan. Harga rendah makanan biasa saja? Mereka akan tinggalkan juga,” ujar pakar kuliner Bondan Winarno, yang ditemui Kompas Female usai peluncuran program HSBC Advance di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (15/2/2010).

Bondan mengatakan, tidak ada patokan atau ukuran untuk menilai seperti apa makanan yang akan digandrungi. Namun konsep makanan seperti apa yang akan diburu oleh masyarakat? Itu lain cerita.

”Yang pasti bukan makanan cepat saji atau makanan instan. Lihat Pizza Hut, KFC, atau McDonald’s. Sebesar apa dana kampanye mereka? Tapi toh (hasilnya) tidak fenomenal,” ungkapnya berbagi cerita.

Pemilik kedai kopi Kopitiam Oey di kawasan Sabang ini melanjutkan, tahun ini makanan yang akan diburu masyarakat adalah makanan tradisional Manado dan Bali. Menurut Bondan hal ini disebabkan keunikan masakan khas dua daerah tersebut. Seperti di rumah makan Padang, hidangan Manado dan Bali sudah siap saat dipesan.

”Jadi rasanya lebih segar dan gurih. Makanan ini tidak memiliki banyak santan, namun tetap bisa menggugah selera,” imbuhnya.

Dulu amat jarang ditemukan makanan khas Bali atau Manado. Kalaupun ada, yang menikmati hanya orang dari daerah yang sama. Makanan ini menjadi populer karena cenderung unik, baik penyajian maupun rasanya. Yang terpenting, makanan dari daerah ini berhasil keluar dari stigma tidak halal.

”Sekarang semua makanan ini sudah bisa dikonsumsi oleh mereka yang muslim,” tutur Bondan, yang menggemari ayam betutu, sate lilit, sop ikan, dan sayuran dari Bali, lawar.

Selanjutnya, menurut Bondan, makanan Makassar juga akan populer. Hanya saja hidangan dari daerah ini masih dalam proses, karena memang masih awam di telinga kita.
C2-10

Editor: din

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s